Dipidana izin penebangan kayu, ibu dan anak sepakat damai

MERDEKA.COM. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jember akhirnya menghentikan persidangan kasus anak yang mempidanakan ibu kandungnya. Hal itu karena kedua belah pihak antara pelapor dengan terlapor sudah berdamai.

"Kami juga berdasar pada penyampaian jaksa penuntut umum (JPU) yang minta agar kasus dihentikan dan tidak ada penuntutan, bahkan surat itu ditandatangani langsung oleh kepala kejaksaan negeri (Kajari)," kata Ketua majelis hakim Arie S Rantjoko, usai membacakan putusan penghentian persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jember, seperti dilansir dari Antara, Kamis (16/5).

Bersamaan keluarnya putusan hakim itu, maka ketiga terdakwa yakni ibu pelapor Ny Artija (70), Ismail (50), dan M Syafi'i (25) warga Lingkungan Gempal, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, tidak bisa dituntut.

"Mengadili penuntutan terhadap terdakwa M Syafi'i, Ismail dan Artija tidak dapat diterima. Semua biaya persidangan ditanggung negara," tuturnya.

"Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) memang tidak ada aturan penghentian sebuah kasus, namun dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) kasus bisa dihentikan jika ada pencabutan laporan dan itupun ada batas waktu maksimal tiga bulan setelah pelaporan," paparnya.

Dia menjelaskan majelis hakim memakai putusan Mahkamah Agung tahun 2009 tentang penghentian penuntutan dan pencabutan kasus pencurian dalam keluarga tersebut. "Kami memakai dasar hukum itu karena memang sudah ada yurisprudensinya. Tetapi ada catatan, harus delik aduan, selain itu tidak bisa," ujarnya.

Sebelumnya, gara-gara masalah penebangan kayu, Artija (70) beserta kedua anaknya Ismail (50) dan M Syafi'i (25) dipidanakan ke Pengadilan Negeri (PN) Jember, Jawa Timur. Parahnya, yang memidanakan Artija beserta kedua anaknya adalah putri kandungnya sendiri, Manisa.

Sumber: Merdeka.com
http://id.berita.yahoo.com/dipidana-izin-penebangan-kayu-ibu-dan-anak-sepakat-193000067.html
◄ Newer Post Older Post ►
Powered by Blogger.
 

© VivaJos Powered by Blogger