Ical acungkan jempol, Cak Imin puji gadis Banyuwangi

MERDEKA.COM. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Muhaimin Iskandar puji budaya dan kecantikan perempuan-perempuan tanah Using. Sementara Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie cukup kasih 'jempol' atas terselenggaranya Banyuwangi Ethno Carnaval (BEC) 2013.

Kekaguman kedua tokoh partai politik itu diutarakan saat menghadiri undangan Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas di gelaran BEC 2013 di daerah berjuluk the Sunrise of Java tersebut. ARB atau Ical, sapaan akrab Aburizal Bakrie datang terlebih dahulu bersama rombongannya di Banyuwangi.

Saat diminta sang bupati untuk menemaninya menggelar konferensi pers di Pendopo Kabupaten Banyuwangi Jalan Sri Tanjung, tanpa bicara Ical yang semula tengah mengutak-atik kamera LSR bersama rombongannya, tersenyum sembari mengacungkan jempolnya. Bahkan Ical sempat berfoto bareng dengan beberapa perempuan asal Tanah Using, dua di antaranya adalah artis tahun 80-an, Emilia Contesa dan putrinya Denada Tambunan.

Sementara di meja lain, Muhaimin Iskandar dan rombongannya juga melontarkan celetuknya sambil tertawa renyah bersama rekan-rekannya yang lain. Kala itu, Cak Imin, sapaan Muhaimin Iskandar tengah asyik melihat foto-foto pada catalog BEC 2012.

"Loh, ternyata di sini (Banyuwangi) banyak gadis-gadis cantik ya, kenapa nggak bilang-bilang. Selain kaya budaya juga banyak gadis-gadis cantiknya juga ya," celetuknya sambil tertawa.

Di beritakan sebelumnya, di tahun 2013 ini, Pemkab Banyuwangi ingin mengulang sukses untuk kali ketiga pagelaran BEC. Kalau pada 2012 silam, BEC mengambil tema Barong Using, kali ini mengambil tema the Legend of Kebo-keboan yang menjadi simbol pertanian masyarakat Banyuwangi.

Kebo-keboan adalah ritus masyarakat lokal di Banyuwangi yang bertujuan untuk memohon kepada Tuhan agar sawah mereka subur dan panen berlangsung sukses.

Dalam ritus tersebut, sejumlah orang didandani bak kerbau yang menjadi simbolisasi mitra petani di sawah untuk menghalau malapetaka selama musim tanam hingga panen. Konsep inilah yang kemudian menjadi ide awal dari BEC tahun ini, yang mengawali seluruh rangkaian acara HUT Banyuwangi ke 242 yang akan dihelat pada 21 Desember mendatang.

Menurut Bupati Banyuwangi, Abdullah Aswar Anas, Banyuwangi Festifal kali ini, akan menampilkan berbagai atraksi budaya dan even yang berbasis potensi alam di kabupaten berjuluk the Sunrise of Java tersebut. Mulai dari karnaval etnik, sport-tourism hingga jazz pantau. "Banyuwangi akan menyuguhkan 'Banyuwangi Experience' yang tak ditemui di daerah lain," tandas dia.

Selanjutnya, para tamu istimewa Bupati Banyuwangi itu, menyaksikan even BEC yang kali ketiga di Jalan Susuit Tubun. Mereka duduk bersebelahan di tribun yang berada tepat di atas red carpet. Satu persatu, simbol tiga kerbau, yaitu Kebo Geni, Kebo Bumi, dan Kebo Bayu Tirto serta beberapa peserta karnaval melenggak-lenggok di depan para tamu undangan.

Sumber: Merdeka.com
http://id.berita.yahoo.com/ical-acungkan-jempol-cak-imin-puji-gadis-banyuwangi-183700940.html
◄ Newer Post Older Post ►
Powered by Blogger.
 

© VivaJos Powered by Blogger