Survei INSIS: Citra DPR RI Masih Buruk di Mata Masyarakat

Laporan Wartawan Tribunnews.com Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kinerja dan citra anggota DPR RI periode 2009-2014, dinilai masih memprihatinkan. Itu dikarenakan adanya sejumlah kasus suap, korupsi, dan tindakan asusila yang melibatkan anggota DPR.

Demikian disampaikan peneliti Institut Riset Indonesia (INSIS), Mochtar W Oetomo dalam diskusi hasil jajak pendapat "Potret Citra dan Evaluasi Kinerja DPR 2009-2014: Bagaimana Wajah Parlemen Indonesia 2014-2019" di Hotel Atlet Century, Jakarta, Minggu (29/9/2013)

Dalam temuan jajak pendapat ini dikertahui, responden yang menjawab citra DPR tidak baik sebanyak 38,5 persen, semakin tidak baik 26,1 persen dan baik 29,2 persen, semakin baik 1,9 persen dan tidak menjawab 4,3 persen.

"Kalau diagregat maka publik menilai citra DPR tidak baik diatas 50 persen lebih. Ini bahaya buat wajah parlemen Indonesia masa kini dan masa mendatang," kata Mochtar.

Penyebab buruknya cira DPR dikarenakan beragam persoalan. Ia mengatakan, sebanyak  55,3 persen responden menyatakan tidak puas dan sangat tidak puas dengan kapasitas anggota DPR. Adapun 79,5 responden tidak puasa dan sangat tidak puas mengenai moral anggota DPR.

Sedangkan, sebanyak 81,4 persen responden menyatakan tidak puas dan sangat tidak puas dengan komitmen pemberantasan korupsi. Mochtar mengatakan sebanyak 78,3 persen responden menegaskan tidak puas soal kehadiran anggota DPR yang dinilai hanya hadir mengisi absen saja.

"Anggota DPR tidak aspiratif, tidak ada komitmen terhadap janji memberantas korupsi, dan buruk dalam hal etika dan moral. Ini tugas berat buat anggota DPR kedepan terutama yang terpilih di 2014 nanti," imbuhnya.

Mochtar menuturkan sebanyak 77 persen reponden juga menyimpulkan kinerja anggota DPR 2009-2014 tidak baik. Hampir 50 persen publik menilai tidak puas terhadap kinerja DPR dalam membentuk UU, membahas APBN dan pengawasan UU dan APBN.

Kemudian, 73,9 persen mengaku tidak puas dengan kinerja DPR dalam hal menyerap aspirasi masyrakat dan 60,9 persen responden tidak puas terhadap kinerja DPR dalam memberi pendapat dan masukan kepada pemerintah.

"Pentingnya mengembalikan citra DPR bahwa DPR bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan rakyat. Kuatnya image bahwa hanya menjadi ladang korupsi, pemerasan harus diimbangi dengan sering turun ke lapangan," ungkapnya.

Jajak pendapat ini dilakukan pada 17 Agustus - 20 September di 34 provinsi. Menggunakan metode rambang berjenjang jumlah responden 1.070 orang. Margin of error 3 persen dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka.

Baca Juga:

Survei INSIS: Citra DPR RI Masih Buruk di Mata Masyarakat

1.065 Pelamar CPNS Siap Bersaing

Indonesia vs China Tanpa Penonton


http://id.berita.yahoo.com/survei-insis-citra-dpr-ri-masih-buruk-di-074927596.html
◄ Newer Post Older Post ►
Powered by Blogger.
 

© VivaJos Powered by Blogger