Akil Juga Dituding Terima Rp 10 M Bupati Banyuasin

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Edwin Firdaus

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Ketua non-aktif Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar kembali dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (8/10/2013). Akil dilaporkan menerima suap sebesar Rp 10 milliar dari Yan Anton Ferdian, Bupati Banyuasin, Sumatera Selatan terpilih.

"Kedatangan saya dalam rangka melaporkan ke KPK sehubungan dengan adanya uang suap sebesar Rp 10 miliar dari Saudara Yan Anton Ferdian, Bupati Banyuasin pada Ketua MK Akil Mochtar. Dalam sengketa Pilkada Banyuasin di MK dengan perkara 72/phu.d-xi/2013," kata H Azwar Bidui di kantor KPK, Jakarta.

Dalam laporannya kali ini, Azwar yang diketahui merupakan satu di antara calon bupati itu membawa sejumlah dokumen yang diklaimnya sebagai bukti. Domuken itu dijelaskannya memuat mengenai indikasi suap yang dilakukan pasangan nomor urut 1 di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan tersebut.

"Diindikasikan Rp 10 milliar dari pasangan itu. Yang nyerahin ke Akil, pemerintah kabupaten Banyuasin," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, dia juga mengaku pernah ditemui utusan Akil Mochtar, Haji Muhtar Efendi dan Julian. Mereka meminta uang untuk pemenangan dirinya sebagai orang nomor satu di Banyuasin itu. Adapun nama-nama orang itu sudah ikut dicantumkam dalam laporan yang diserahkan ke KPK.

"Dia minta pada saya Rp 20 milliar untuk pengurusan itu supaya Yan Anton dibatalkan, kemudian saya naik dengan pasangan saya nomor 3 dengan pemilihan putaran ke 2," kata Cabub yang diusung oleh PAN, PPP, dan Partai Gerindra tersebut.

Sejak ditetapkan menjadi tersangka dalam sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan sengketa Pilkada Kabupaten Lebak, Banten, Akil Mochtar langsung jadi target pelaporan. Kemarin, ada beberapa laporan suap yang diduga dilakukan Akil Mochtar masuk ke KPK. Diantaranya, sengketa Pemilukada Bali, sengketa Pemilukada Palembang.

Baca Juga:

Narkoba di Ruang Kerja Belum Tentu Milik Akil Mochtar

Rumah Ratu Atut Tampak Sepi

KPK Tak Bisa Hadirkan Penyidik di Sidang Etik Majelis Kehormatan Hakim Konstitusi


http://id.berita.yahoo.com/akil-juga-dituding-terima-rp-10-m-bupati-145048277.html
◄ Newer Post Older Post ►
Powered by Blogger.
 

© VivaJos Powered by Blogger