Kapolda Jateng: Dua bom molotov di Sukoharjo berbeda motif

MERDEKA.COM. Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Dwi Priyatno menegaskan, dua ledakan bom molotov yang terjadi di Sukoharjo, berbeda latar belakang. Bulan lalu, ledakan pertama di Atrium karaoke Solo Baru sasarannya adalah tempat keramaian, maka yang terjadi Sabtu (5/10) malam lebih ke motif pribadi.

"Sebetulnya keduanya beda latar belakang. Di Atrium itu kan di tempat keramaian, karaoke, mungkin motifnya lebih ke kepemilikan. Ini masih dalam lidik juga. Kalau yang tadi kan lebih menjurus ke seseorang," ujar Dwi Priyatno kepada wartawan di Mapolres Sukoharjo, Minggu (6/10) petang.

Lebih lanjut, Dwi Priyatno menjelaskan, hingga Minggu sore polisi telah memeriksa 3 orang saksi, dan menyita beberapa barang bukti.

"Kita masih periksa beberapa saksi untuk kasus bom molotov di rumah Gorda. Kita juga selidiki bapak itu punya permasalahan dengan orang lain atau tidak. Kalau sudah kan baru mengerucut siapa tersangkanya," paparnya.

Kapolda Jateng datang ke Sukoharjo untuk melihat rumah anggota DPRD Sukoharjo, Slagen Abu Gorda, di Dukuh Bangunsari RT 3/7, Kelurahan Gayam, Sukoharjo yang dilempar bom molotov, Sabtu malam.

Sementara itu Kapolres Sukoharjo AKBP Ade Sapari mengatakan pola serangan bom molotov di kediaman politisi PDIP berbeda dengan serangan sebelumnya. Polisi memfokuskan penyelidikan di rumah pelapor.

"Kalau serangan di Atrium menggunakan botol air mineral. Kalau rumah pak Gorda menggunakan botol kaca. Kami masih memeriksa saksi-saksi dan melakukan pendalaman. Beberapa barang bukti, yakni pecahan botol, sumbu bom molotov, cairan bensin dan bingkai lukisan yang terbakar kita sita," pungkasnya.

Sumber: Merdeka.com
http://id.berita.yahoo.com/kapolda-jateng-dua-bom-molotov-di-sukoharjo-berbeda-210200205.html
◄ Newer Post Older Post ►
Powered by Blogger.
 

© VivaJos Powered by Blogger