Menpora Berencana Jadikan Bukit Timbis Lokasi Olahraga Paralayang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bukit Timbis yang berada di Kuta, Bali diproyeksikan akan menjadi lokasi olahraga khusus paralayang. Pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga pun akan memperjuangkan tempat tersebut sebagai tempat khusus paralayang.

"Memang lokasi ini harus diperjuangkan untuk dipertahankan karena ini punya nilai sejarah. Tidak hanya komunitas olahraga paralayang Indonesia saja yang ingin dipertahankan, tetapi dunia internasional juga," kata Roy dalam pernyataannya, Senin(7/10/2013) malam.

Roy mengaku ingin memperjuangkan Bukit Timbis karena sebelumnya mendapatkan respons langsung terhadap aspirasi para Gliders saat kunjungan ke Sumedang (Kejuaraan Paragliding International) tempo hari yang menguak ada area Paragliding bersejarah di Bali terancam tergusur pembangunan vila yang dibangun melanggar aturan Sempadan dan bahkan sudah mengakibatkan beberapa Gliders terluka karena kecelakaan menabrak pagar pembatas yang dibangun developer tersebut.

Sebelum ke Bukit Timbis, Menpora juga sempat berkunjung ke Pura Dang Kahyangan Gunung Payung yang sempat disebut-sebut "terganggu" kegiatan Paralayang tersebut.

Namun, ketika menemui penduduk sekitar, Menpora mendapatkan fakta bahwa penduduk sekitar sangat mendukung kegiatan paralayang dan tidak benar pernyataan yang mengatakan bahwa pura peninggalan Maharesi Suci Danghyang Nirartha Danghyang Dwijendra tersebut terganggu aktivitas Paralayang.

Ditambahkannya, seusai kunjungan Menpora langsung berkoordinasi degan Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang mendukung upaya Menpora dan mengapresiasi bahwa ada Menteri yang langsung mau terjun ke daerah untuk membela nasib atlet dan venue-nya.

"Gubernur segera akan menindak developer yang membangun vila yang melanggar aturan Sempadan di Wilayah tersebut. Apalagi, menurut Gubernur, tempat tersebut adalah tempat bersejarah bagi Paralayang di Indonesia semenjak Asian Beach Games 2008," katanya.

Sementara itu Ketua Federasi Aero Sport Indonesia Daerah Bali yang juga Komandan Lanud Ngurah Rai Kolonel Pnb Sugiharto Prapto W yang ikut mendampingi Menpora menambahkan, kondisi Bukit Timbis yang sekarang sudah dipagari dengan kawat membuat para atlet susah melakukan aktifitas.

"Kadang-kadang bisa nyangkut itu. Kita ada sekitar 30 hingga 50 atlet yang menggunakan Bukit Timbis untuk Paralayang. Ini lokasi satu-satunya di Bali," jelasnya.

Diharapkannya, Menpora bisa memfasilitasi lahan untuk para atlet paralayang mengingat pada Februari 2014 FAI menyelenggarakan event internasional di Bali.

"Kita akan ada kongres. Biasanya akan disertai juga untuk olahraga. Kalau fasilitas seperti itu tidak bagus juga bagi nama Indonesia," tambahnya.

Untuk diketahui, Timbis merupakan tempat yang kerap dikunjungi turis mancanegara dan lokal untuk berolahraga sekaligus berlibur. Pasalnya, Timbis menyajikan pandangan bukit dan pantai yang layak digunakan untuk berolahraga. Pantai Timbis pernah digunakan untuk acara Asian Beach Games, 2008 silam yang diikuti 42 negara di Asia dengan 18 cabang olahraga yang dipertandingkan, salah satunya paralayang.

Saat itu juga, Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat rekor terbang 88 penerbang paralayang, 8 Agustus 2008. Mereka terbang bersamaan dan membentuk formasi tertentu.

Prestasi lain juga dilakukan dua orang penerbang, Elisa Manueke dan Ahmad Sujaki, karena memecahkan rekor MURI berparalayang terlama, yaitu selama delapan jam di Timbis. Penerbangan ini sekaligus sejarah pemecahan rekor nasional terbang terlama sebelumnya.

Baca Juga:

Menpora Berencana Jadikan Bukit Timbis Lokasi Olahraga Paralayang

Alejandro Sabella tak Panggil Lionel Messi ke Timnas

Jadi Tersangka, Tompel Tetap Dapatkan Hak Belajar


http://id.berita.yahoo.com/menpora-berencana-jadikan-bukit-timbis-lokasi-olahraga-paralayang-164955608.html
◄ Newer Post Older Post ►
Powered by Blogger.
 

© VivaJos Powered by Blogger