Menteri Cicip Sutardjo: Laut adalah masa depan Indonesia

MERDEKA.COM. Masa depan Indonesia sesungguhnya ada di dalam laut. Jika semua aset dan potensi kelautan dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal, harusnya pendapatan negara dari sektor kelautan ini jauh lebih besar dari pada saat ini.

Demikian dikatakan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo saat peluncuran buku 'Our Blue Economy: An Odyssey to Prosperity' di Ayodya Resort, Nusa Dua, Bali, Sabtu (5/10) malam.

Menurut Cicip, sebagai negara kelautan dengan 17 ribu pulau lebih serta memiliki garis pantai sepanjang 104 ribu kilometer atau terpanjang kedua di dunia, potensi kelautan sangat besar. Diperkirakan potensi kelautan nilainya mencapai USD 1,2 triliun per tahun. Pertumbuhan ekonomi kelautan juga sangat positif.

"Data BPS, pada kuartal II 2013, sektor kelautan dan perikanan tumbuh 7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2012," ungkap Cicip.

Sharif mengatakan, bahkan sejak berabad-abad lalu Indonesia melalui selat-selatnya merupakan alur transportasi internasional yang ramai, menghubungkan Benua Asia, pantai barat Amerika, dan Benua Eropa.

"Lautan Indonesia merupakan wilayah marine mega biodiversity terbesar di Dunia, memiliki 8.500 spesies ikan, 555 spesies rumput laut dan 950 spesies biota terumbu karang," paparnya.

Tiga lempeng tektonik bertemu di wilayah Nusantara, yaitu lempeng Eurasia, Indo-Australia dan lempeng Pasifik secara bersamaan. Keadaan semacam ini merupakan prasyarat pembentukan sumberdaya mineral, minyak bumi dan gas bumi di darat maupun di laut Indonesia.

"Potensi ini menunjukkan laut Indonesia pada dasarnya menyimpan berbagai sumberdaya alam yang dapat dijadikan modal dasar dalam rangka membangun nasional," kata Cicip.

Sumber: Merdeka.com
http://id.berita.yahoo.com/menteri-cicip-sutardjo-laut-adalah-masa-depan-indonesia-183000500.html
◄ Newer Post Older Post ►
Powered by Blogger.
 

© VivaJos Powered by Blogger