Pegawai MA dan anak buah Hotma Sitompul jalani sidang perdana

MERDEKA.COM. Dua terdakwa kasus dugaan suap pengurusan kasasi perkara Hutomo Wijaya Ongowarsito di Mahkamah Agung, Djodi Supratman dan Mario Carmelio Bernardo, hari ini mulai menjalani sidang perdana. Agenda sidang itu adalah pembacaan berkas dakwaan masing-masing terdakwa.

Menurut jadwal, sidang keduanya akan digelar pukul 09.00 WIB, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (10/10). Hal itu dibenarkan oleh kuasa hukum Djodi, Jusuf Siletty.

"Iya betul besok sidang perdana," kata Jusuf melalui pesan singkat, Rabu (9/10).

Jusuf mengaku kliennya, Djodi, tidak memiliki persiapan khusus buat menghadapi sidang perdana. Dia juga belum tahu apakah akan langsung mengajukan nota keberatan (eksepsi) usai pembacaan dakwaan atau tidak mengajukan sama sekali.

"Kami koordinasi dengan klien dulu," ujar Jusuf.

Untuk diketahui, Pada Kamis (25/7), tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap dua pihak diduga terlibat perkara suap pengurusan kasus penipuan di Mahkamah Agung (MA). Salah satu yang ditangkap adalah Mario Carmelio Bernardo (MCB), yang juga keponakan dan bekerja sebagai pengacara di kantor firma hukum Hotma Sitompul and Associates.

Awalnya, tim penyidik KPK menguntit Djodi Supratman (DS), seorang pegawai diklat MA yang juga mantan satpam di lembaga itu, saat bertandang ke kantor pengacara Hotma Sitompul pada pukul 11.30 WIB. Lantas saat keluar, dia menenteng tas warna coklat. Diduga saat itu terjadi penyerahan uang oleh MCB kepada DS. Dia lantas dibuntuti oleh tim KPK.

Tidak lama kemudian, pada pukul 12.15 WIB, penyidik KPK menangkap DS saat sedang menumpang ojek sepeda motor di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat. Saat itu, DS membawa tas coklat berisi uang tunai sebesar Rp 78 juta.

Tidak lama berselang, pada pukul 13.20 WIB, tim penyidik KPK menangkap MCB di kantor firma hukum Hotma Sitompul di Jalan Martapura, Jakarta Pusat.

Usai penangkapan, tim penyidik KPK langsung menuju rumah DS dan melakukan penggeledahan. Hasilnya mereka berhasil menemukan uang tunai sebesar Rp 50 juta. Malam harinya, giliran kantor Hotma Sitompul yang digeledah KPK. Total duit diduga suap disita adalah Rp 128 juta.

Sehari setelah penangkapan, yakni pada 26 Juli, penyidik KPK menetapkan MCB yang merupakan pengacara sebagai tersangka. Dia disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

MCB diduga memberi atau menjanjikan kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara terkait dengan pengurusan kasasi tindak pidana penipuan atas nama Hutomo Wijaya Ongowarsito di Mahkamah Agung.

Sementara DS yang merupakan pegawai di MA disangkakan melanggar pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001.

Sumber: Merdeka.com
http://id.berita.yahoo.com/pegawai-ma-dan-anak-buah-hotma-sitompul-jalani-220000002.html
◄ Newer Post Older Post ►
Powered by Blogger.
 

© VivaJos Powered by Blogger