Presiden Peru: Kemauan Politik Pemerintah Kunci Ekonomi Inklusif

Nusa Dua (Antara) - Presiden Peru Ollanta Humala mengatakan kemauan politik pemerintah merupakan kunci untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Presiden Humala mengatakan dalam sesi keempat APEC CEO Summit di Nusa Dua, Bali, pada Minggu, pertumbuhan ekonomi yang inklusif akan mengharmonisasikan kebijakan sosial di suatu negara dan merupakan kewajiban suatu pemerintahan untuk memastikan ekonomi yang merata bagi rakyatnya.

"Ada satu titik dalam masyarakat yang menjadi miskin atau sangat miskin karena tersisih dari pertumbuhan ekonomi. Di sini menjadi kewajiban pemerintah yang terpilih untuk mendistribusikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif," kata dia.

Oleh karena itu, untuk dapat melibatkan semua lapisan masyarakat dalam pertumbuhan yang inklusif, pemerintah harus menyediakan akses pendidikan, membangun infrastruktur dan meningkatkan akses kesehatan bagi rakyatnya.

Di dalam negeri, Peru telah membentuk departemen khusus untuk mencapai ekonomi inklusif dengan meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin dan sangat miskin dengan membangun sekolah-sekolah dan memberikan beasiswa, serta membuat tunjangan sosial bagi pensiunan dan manula 65 tahun ke atas yang tidak produktif

"Selama dua tahun saya menjabat, pemerintah telah memberikan 15 ribu beasiswa dimana diantaranya disekolahkan ke luar negeri agar dapat berbagi ilmu ketika kembali ke Peru," kata dia.

Sebagai salah satu ekonomi APEC di kawasan Amerika Latin, saat ini sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif dan bagaimana agar manfaat tersebut dapat dirasakan oleh rakyatnya menjadi tugas dari pemerintahan yang terpilih, kata Humala.

Terkait dengan keanggotaan Peru dengan APEC, Humala mengatakan Peru ingin memanfaatkan sebaik mungkin potensi-potensi yang dapat diambil dari keikutsertaan di blok-blok perdagangan, termasuk APEC.

"Kami menyadari bahwa dalam hal perdagangan dan investasi, Peru tidak bisa berdiri sendiri, kami memerlukan kerja sama dengan pihak lain," kata dia.

Selain itu, investasi dan stabilitas dalam negeri yang terjamin juga akan mendukung tercapainya inklusi ekonomi bagi masyarakat.Saat ini, China menjadi investor yang penting bagi Peru dengan nilai investasi mencapai enam miliar dolar Amerika dalam tiga tahun terakhir.

Inklusi Ekonomi menjadi salah satu isu yang didorong dalam keketuaan Indonesia di APEC 2013, dimana ketahanan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan harus meibatkan dan dirasakan semua pihak.

APEC CEO Summit berlangsung di Nusa Dua, Bali, dari 6 hingga 7 Oktober 2013.(rr)


http://id.berita.yahoo.com/presiden-peru-kemauan-politik-pemerintah-kunci-ekonomi-inklusif-094714102.html
◄ Newer Post Older Post ►
Powered by Blogger.
 

© VivaJos Powered by Blogger